- Back to Home »
- Fotografi »
- Mengenal Dasar Fotografi
Posted by : Febryanto S.R
Kamis, 12 April 2012
Arti dari istilah Fotografi adalah seni mengabadikan gambar dengan kamera, namun jika diartikan berdasar asal katanya fotografi sebenarnya berasal dari bahasa latin “Photos” yang berarti cahaya dan “Graphein” yang berarti menggambar. Karena saya sangat ingin belajar menggambar dengan menggunakan cahaya ternyata saya harus terlebih dulu memahami seluk beluk alat yang digunakan untuk menggambar tersebut yaitu kamera dan juga beberapa teknik dasarnya.
Dalam menggunakan kamera ternyata ada beberapa hal yang wajib kita tahu agar bisa menciptakan gambar / image hebat yang menunjukkan segenap interpretasi atas apa yang dilihat. Beberapa hal tersebut diantaranya :
Fokus / Focus
Focus adalah titik api
Rana / Kecepatan
Rana adalah tirai yang bergerak naik turun di dalam kamera dan berfungsi untuk mengatur berapa lama film hendak disinari. Rana memiliki satuan dengan nomor : B-1-2-4-8-15-30-60-125-250-500-1000-2000. Makin cepat, makin sedikit cahaya yang masuk. Beberapa rana yang ada dalam kamera diantaranya adalah rana pusat dan rana celah yang dibagi menjadi rana celah vertical dan horizontal. Rana pusat sendiri adalah rana yang terletak pada lensa berdampingan dengan diafragma dan menutupnya dengan cara memusat. Sedangkan rana celah adalah rana yang terletak pada kamera, rana celah vertikal menutup secara vertical dan rana horizontal menutup secara horizontal.
Aperture / Diafragma
Diafragma adalah lubang dalam lensa kamera tempat cahaya masuk saat melakukan pemotretan, atau mudahnya diafragma adalah bukaan lensa. Setiap lensa sebenarnya mempunyai perbedaan ukuran diafragma, namun biasanya ukuran diafragma dimulai dengan 2,8-4-5,6-8-11-1-22. Pemilihan besar kecilnya diafragma pastinya menghasilkan foto yang berbeda. Misalnya kita menggunakan diafragma besar, efeknya adalah makin sempit ruang tajam, sehingga makin besar efek blur untuk daerah di luar ruang tajam yang focus
Pencahayaan
Pencahayaan adalah proses menyinari film dengan cahaya yang datang
dari luar kamera dengan mengontrol besarnya diafragma dan kecepatan
rana. Dalam pencahayaan, diafragma menentukan intensitas cahaya yang
diteruskan ke film. Sedangkan kecepatan rana menentukan jangka waktu
transmisi sinar.
Beberapa tekhnik dalam pencahayaan diantaranya:
Penerangan Depan. Sumber cahaya dari depan objek, cahaya ini menghasilkan cahaya datar.
Penerangan Belakang. Sumber cahaya berasal dari belakang objek, dengan sumber cahaya seperti ini objek yang kita ambil menjadi shiluette (hitam).
Penerangan Samping. Sumber cahaya berasal dari samping, penerangan dengan sumber cahaya seperti ini membuat objek yang kita ambil akan nampak tegas.
.
Lensa
Lensa adalah alat yang terdiri dari beberapa cermin yang berfungsi mengubah benda menjadi bayangan terbalik dan nyata. Letaknya ada di depan kamera karenanya ia biasa disebut mata dari kamera. Beberapa jenis lensa diantaranya:
Berdasar Prime-Vario
Fixed focal/Prime, memiliki panjang fokal tetap. Lensa ini kurang flexible, namun kualitasnya lebih baik daripada lensa zoom pada harga yang sama.
Zoom/Vario, memiliki panjang fokal yang dapat diubah.
Berdasar Panjang Fokal
Wide, lensa dengan FOV (field of view) lebar, panjang fokal 35 mm atau kurang. Lensa ini biasanya digunakan untuk memotret pemandangan dan gedung.
Normal, panjang fokal sekitar 50 mm. Sudut pandang lensa ini hampir sama dengan susut pandang mata manusia.
Tele, lensa dengan FOV (field of view) sempit, panjang fokal 70 mm atau lebih. Lensa ini digunakan untuk memotret jarak jauh.
Lensa-lensa Khusus
Lena makro, digunakan untuk memotret dari jarak dekat.
Lensa Tilt and Shift, lensa yang bisa dibengkokkan.
Berdasar Aperture Maksimumnya
Cepat, memiliki aperture maksimum yang lebar.
Lambat, memiliki aperture yang sempit.
.
ISO / ASA
ISO menyatakan sensitivitas sensor/film. Makin tinggi ISOnya maka jumlah cahaya yang dibutuhkan makin sedikit. Jadi, jika kita berada pada tempat yang cahanya kurang, maka ISO yang kita gunakan haruslah tinggi.
Komposisi Fotografi
Selain peralatan, dalam fotografi ternyata juga harus memperhatikan komposisi agar menghasilkan foto berkualitas. Komposisi sendiri adalah susunan objek foto secara keseluruhan pada bidang gambar agar objek menjadi pusat perhatian. Dan berbicara komposisi maka kan selalu terkait dengan kepekaan dan sense. Untuk itu , melatih kepekaan kita saat memotret sangatlah dianjurkan agar bisa mendapatkan komposisi foto yang baik. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan komposisi yang baik diantaranya:
Sepertiga Bagian (Rule of Third)
Dalam aturan umum fotografi, sebenarnya bidang foto dibagi menjadi 9 bagian yang sama. Sepertiga bagian adalah teknik dimana kita menempatkan objek foto pada sepertiga bagian bidang foto. Hal ini sangatlah berbeda dengan yang umumnya dilakukan, yaitu menempatkan objek di tengah-tengah.
Sudut pemotretan (Angle of View)
Sudut pengambilan foto sangat ditentukan oleh tujuan pemotretan. Beberapa teknik pengambilan foto yang biasa digunakan diantaranya:
Eye Level Viewing
Ini adalah sudut pengambilan foto yang paling umum dilakukan, yaitu
pemotretan sebatas mata pada posisi berdiri. Hasilnya wajar/biasa, tidak
menimbulkan efek-efek khusus yang terlihat menonjol kecuali efek-efek
yang timbul oleh penggunaan lensa tertentu.
Bird Eye Viewing
Objek dibidik dari atas. Efek yang tampak subjek terlihat rendah, pendek
dan kecil. Biasanya digunakan untuk memotret suatu lokasi atau
landscape.
Low Angle Camera
Pemotretan dilakukan dari bawah. Efek yang timbul adalah distorsi
perspektif yang secara tekhnis dapat menurunkan kualitas gambar, namun
bagi yang kreatif bisa digunakan untuk menghasilkan efek khusus.
Frog Eye Viewing
Sudut penglihatan sebatas mata katak. Pada posisi ini kamera berada di
bawah, hampir sejajar dengan tanah dan tidak dihadapkan ke atas, tapi
mendatar dan dilakukan dengan tiarap. Biasanya meemotret seperti ini
dilakukan dalam peperangan dan untuk memotret flora dan fauna.
Waist Level Viewing
Pemotretan yang dilakukan sebatas pinggang. Arah lensa disesuaikan
dengan arah mata (tanpa harus mengintip dari jendela pengamat). Sudut
pengamblan seperti ini biasanya digunakan untuk foto-foto candid. Tapi
pengambilan foto seperti ini adalah spekulatif
High Handheld Position
Pemotretan yang dilakukan dengan cara mengangkat kamera tinggi-tinggi
dengan kedua tangan tanpa membidik. Ada unsur spekulatif juga disini,
namun ada kiat untuk melakukan pemotretan dengan sudut penglihatan ini,
yaitu dengan menggunakan lensa sudut lebar dan memposisikan gelang focus
pada tak terhingga kemudian memutarnya balik sedikit saja. Pemotretan
seperti ini biasanya dilakukan untuk memotret tempat keramaian.
Komposisi Pola Garis Diagonal, Horizontal, Vertical Dan Curve
Di dalam pemotretan nature, pola garis juga menjadi salah satu unsur yang dapat memperkuat objek foto. Elemen garis dibangun dari perpaduan elemen-elemen lain yang ada di dalam foto. Misalnya pohon, ranting, daun, garis cakrawala, gunung, jalan, garis atap rumah dan lain-lain. Elemen-elemen yang membentuk pola garis ini sebaiknya diletakkan di sepertiga bagian bidang foto. Pola garis ini membuat komposisi foto menjadi lebih seimbang, dinamis dan tidak kaku.
Background dan Foreground