- Back to Home »
- Fotografi »
- Sensor CCD dan CMOS
Posted by : Febryanto S.R
Rabu, 23 Mei 2012
Kamera Analog memerlukan film
dan bukaan diafragma 1/ f detik sehingga cahaya yang ditangkap bisa
diterima oleh film tersebut menjadi sebuah gambar. Pada kamera digital,
film tidak diperlukan lagi seperti halnya kamera analog. Kamera digital
menggunakan sensor yang dikenal dengan CCD atau CMOS.
Pada prinsipnya, tidak ada perbedaan yang
mencolok antara kamera digital dan kamera analog, karena teknologi dasar
yang dikandungnya sebenarnya sederhanya saja. Sebuah kamera analog
menggunakan film seluloid, mempunyai tiga elemen dasar, masing-masing
adalah elemen optikal berupa berbagai ragam lensa, elemen kimia berupa
film seluloidnya sendiri, dan elemen mekanik yang merupakan badan kamera
itu sendiri. Elemen kimia pada kamera digital sekarang ini tergantikan
menjadi elemen chips yang bisa berupa CCD (Charge Coupled Device) maupun
CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) yang mengatur sensitivitas
pencahayaan dan menjadi "film digital" pada kamera- kamera
modern sekarang ini.
Baik sensor chip CCD dan CMOS sebenarnya
mulai berkembang secara bersamaan, kedua chip ini mengonversi cahaya
menjadi elektron-elektron sehingga menjadi gambar-gambar digital.
Perbedaan pokok di antara keduanya adalah CCD umumnya menghasilkan gambar
berkualitas tinggi dan noise yang rendah. Sedangkan pada CMOS, noise yang
dihasilkan pada gambar digital biasanya lebih banyak.
Sensor CMOS umumnya menggunakan tenaga
baterai lebih sedikit, sedangkan pada CCD karena proses khusus yang
dilakukan pada saat pengambilan gambar, mengonsumsi tenaga 100 kali lebih
banyak dibanding sensor CMOS sejenis. Selain itu, fabrikasi pembuatan chip
CMOS lebih murah ketimbang CCD. Namun, bersamaan dengan perkembangan waktu
nampaknya kedua sensor ini mulai berada pada sebuah tahapan yang setara
dan bersaing sangat ketat.
Feature and Performance Comparison
| Feature | CCD | CMOS |
| Signal out of pixel | Electron packet | Voltage |
| Signal out of chip | Voltage (analog) | Bits (digital) |
| Signal out of camera | Bits (digital) | Bits (digital) |
| Fill factor | High | Moderate |
| Amplifier mismatch | N/A | Moderate |
| System Noise | Low | Moderate to High |
| System Complexity | High | Low |
| Sensor Complexity | Low | High |
| Camera components | PCB + multiple chips + lens | Chip + lens |
| Relative R&D cost | Depends on Application | Depends on Application |
| Relative system cost | Depends on Application | Depends on Application |
| Performance | CCD | CMOS |
| Responsivity | Moderate | Slightly better |
| Dynamic Range | High | Moderate |
| Uniformity | High | Low to Moderate |
| Uniform Shuttering | Fast, common | Poor |
| Uniformity | High | Low to Moderate |
| Speed | Moderate to High | Higher |
| Windowing | Limited | Extensive |
| Antiblooming | High to none | High |
| Biasing and Clocking | Multiple, higher voltage | Single, low-voltage |
CMOS mengkonsumsi sekitar seperdelapan
kekuatan sensor charge-coupled device (CCD) dengan sejumlah pixel. CCD
merupakan sensor yang biasa digunakan kamera digital. Sekarang ini, sensor
CMOS memproses proton sinar dan merubahnya menjadi sinyal listrik. Sensor
ini memiliki ukuran maksimal 6.3 juta pixel.